Senin, 24 Desember 2012

Sukses Interview Kerja, Hindari 4 Hal Ini

HMJ PAI STAIPANA - Saat wawancara kerja, kita harus memberikan performa terbaik di hadapan pewawancara. Mulai dari cara menjawab pertanyaan, cara duduk, hingga gaya berpakaian. Sebab, pihak perusahaan akan menilai kita habis-habisan selama proses wawancara kerja sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak kita.


Menurut buku 13 Pertanyaan Jebakan Wawancara Kerja karangan Yongkie Jalu Paksi, terdapat empat hal yang harus dihindari para pencari kerja selama proses interview. Sebab, keempat hal tersebut berpotensi menggagalkan kesempatan kita bekerja di perusahaan tersebut. Demikian, seperti dikutip Sabtu (15/12/2012).


Gagal mendengarkan dan menjawab pertanyaan
Melalui wawancara kerja, pihak perusahaan berusaha melihat bagaimana kemampuan Anda dalam mendengarkan dan memahami perkataan orang lain. Mendengarkan mungkin terdengar sebagai kegiatan sepele dan sering kali diabaikan. Padahal, mendengarkan akan membutuhkan konsenterasi, ketenangan, dan kesabaran. Ketika pihak pewawancara tengah berbicara, tanpa sadar kita berpikir keras untuk menyiapkan jawaban atau bantahan. Akibatnya, kita tidak fokus dengan apa yang dibicarakan pewawancara dan jawaban yang akhirnya Anda lontarkan tidak sesuai dengan maksud si penanya. Saat itu lah Anda gagal mendengarkan perkataan orang lain dan mencernanya dengan baik.



Menjawab pertanyaan yang tidak ditanyakan
Selain mendengarkan, kita juga harus mengasah kemampuan kita dalam berbicara. Setelah memahami dengan baik maksud dari pertanyaan si pewawancara maka jawablah pertanyaan sesuai dengan apa yang diminta, yakni singkat, padat, jelas, tanpa perlu betele-tele. Kecuali jika pewawancara memang meminta Anda untuk bercerita mengenai pengalaman kerja, kegiatan organisasi yang pernah Anda ikuti, atau tentang minat Anda terhadap suatu bidang.



Memberi informasi yang berlebihan dan bertele-tele
Ketika diberikan pertanyaan yang lebih personal, seperti tentang keluarga, sering kali kita merasa enggan untuk membicarakannya. Adapula yang senang berbicara tentang hal pribadi hingga menjelaskan secara berlebihan dari yang diminta. Padahal ini kesempatan bagi pewawancara untuk menilai keterbukaan dan kejujuran Anda. Berbicara dengan gaya bertele-tele membuat Anda terlihat sebagai orang yang tidak tegas. Sebab, orang yang tegas akan berbicara dengan gaya yang mantap, yakin, dan percaya diri.



Mengikuti wawancara tanpa persiapan
Jangan penah remehkan persiapan, terutama bagi Anda yang memang baru pertama kali akan mengikuti wawancara kerja. Ini juga berlaku bagi mereka yang telah beberapa kali mengikuti wawancara kerja. Pastikan Anda telah mempersiapkan diri secara fisik maupun mental untuk menghadapi sebuah wawancara agar mampu memberikan hasil baik di mata pewawancara.(mrg)

Minggu, 23 Desember 2012

Perjuangan Ibu yang tidak Kita Sadari

HMJ PAI - Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya. 

 Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu pergi ke Warung: Rp 20.000
2) Menjaga adik Rp 20.000
3) Membuang sampah Rp 5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp 10.000
5) menyiram bunga Rp 15.000
6) Menyapu Halaman Rp 15.000
Jumlah : Rp 85.000


Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

 1) OngKos mengandungmu selama 9 bulan – GRATIS
2) OngKos jaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu – GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu- GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu – GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu – GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – GRATIS


 Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”.Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar” . 

Source

Sabtu, 22 Desember 2012

Hari Ibu di Indonesia


HMJ PAI - Hari ini, Sabtu, 22 Desember 2012 adalah  Hari Ibu (Mother's Day) yang diperingati di Indonesia, hari dimana dulu diperjuangkan oleh para pejuang wanita sebelum kemerdekaan Indonesia, entah kalian ingat atau tidak namun yang terpenting adalah apakah kita masih berbakti kepada ibu kita, mungkin tanpa kita sadari hari-hari yang kita lalui merupakan bentuk kedurhakaan kita kepada Ibu, Apakah kita adalah anak yang tunduk kepada ibu? mungkin, tapi coba kita renungkan sejenak apa yang telah kita perbuat...
Dalam rangka memperingati Hari Ibu maka kita perlu mengetahui bagaimanakah sejarah Hari Ibu di Indonesia, berikut adalah ringkasannya.

Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.
Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebastugaskankan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya. Kalau Ayah mempunyai slogan yaituSurganya Ibu di bawah kaki Ayah, tetapi slogan Ibu adalah Surganya Anak di bawah kaki Ibu.
Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.


Hari Ibu di Indonesia

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa danSumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain.
Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.
Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938.Peringatan 25 tahun Hari Ibu pada tahun 1953 dirayakan meriah di tak kurang dari 85 kota Indonesia, mulai dari Meulaboh sampaiTernate.
Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.
Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. Di Solo, misalnya, 25 tahun Hari Ibu dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan. Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. Pada tahun 1950-an, peringatan Hari Ibu mengambil bentuk pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung.
Satu momen penting bagi para wanita adalah untuk pertama kalinya wanita menjadi menteri adalah Maria Ulfah di tahun 1946. Sebelum kemerdekaan Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. Tahun 1973Kowani menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW). ICW berkedudukan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa.
Kini, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari.

Rabu, 19 Desember 2012

Tips Facebook-an untuk Calon Guru

HMJ PAI - Perhatikan deh isi wall Facebook kita. Coba cek apakah kebanyakan postingan kita adalah gambaran kegalauan gara-gara cinta, keluh kesah, atau ungkapan kemarahan? Segala sesuatu yang kita anggap penting, padahal remeh menurut orang lain, selalu diupdate di status kita. Tidak salah jikawall kita sering disebut dinding ratapan.


Mungkin masa-masa curhat di dinding ratapan itu kita lalui saat masih labil, kita selalu mencurahkan segala sesuatu di media sosial. Nah, ketika bersiap memasuki dunia kerja, apalagi jika kita ingin menjadi seorang tenaga pendidik, otomatis kita dituntut lebih bijak dalam mengatur akun media sosial kita. Tentu kita enggak mau akun Facebook kita masih dipenuhi updatean status yang enggak penting, kan? Malu dong sama rekan kerja, atasan, apalagi sampai dibaca murid-murid kita. 



Kalau ternyata akun dinding ratapan di Facebook kita begitu ramai, enggak usah panik. Kita masih bisakok, mengelola akun kita dengan bijak, agar status yang tampil tidak menimbulkan kesalahpahaman di antara rekan kita yang membacanya. Ada beberapa tips yang bisa kita terapkan, seperti dilansirCollege Cures, Selasa (18/12/2012). 

Bersihkan Profil Anda Sebelum Memulai Pekerjaan Pertama 



Hapus semua foto di akun, terutama foto konyol bersama teman, pacar ataupun saudara. Sebab, foto yang ada mencerminkan Anda di masa lalu. Nah saat Anda mulai berkarier, foto-foto ini sebaiknya tidak dilihat oleh rekan kerja kita.

Atur Privacy Profil Anda 



Dengan mengatur profil kita pada posisi "private", maka tidak sembarang orang bisa mencari Anda. Hanya mereka yang berteman dengan kita yang bisa melihat profil kita dan meminta menjadi teman.



Jika ada murid yang ingin berteman dengan kita di Facebook, jelaskan kepada mereka bahwa kita harus menjaga hubungan profesional dengan mereka, jadi kita tidak bisa berteman dengan mereka di Facebook. Dengan begitu mereka akan memahami situasi ini.

Tidak Berteman Dengan Siswa  



Banyak guru dan tenaga pendidik profesional lainnya yang tidak mau berteman dengan siswa yang diajarnya sekarang. Mereka lebih memilih berteman dengan siswa yang sudah lulus atau alumni. Hal ini dilakukan agar tidak terputusnya hubungan silaturahmi.



Jangan Posting Foto atau Gambar yang Tidak Pantas



Jangan sekali-kali Anda memposting foto yang tidak pantas karena tindakan ini akan membuat citra Anda menjadi buruk. Setidaknya kita harus lebih pintar dalam memposting sesuatu yang pribadi untuk kita. Pasalnya, yang akan melihat postingan kita bukan hanya kita, tetapi juga rekan kerja yang menjadi teman di Facebook.



Batasi Teman Facebook Sebatas Rekan Kerja 



Hati-hati dalam mengonfirmasi orang yang ingin berteman dengan Anda. Tidak semua orang harus tahu tentang kehidupan kita, baik melalui status, gambar ataupun komentar. Pastikan Anda kenal dan tahu mereka yang akan kita konfirmasi sebagai teman. Jangan biarkan kita dipanggil atasan atau kepala sekolah cuma karena hal memalukan yang kita posting di Facebook.



Di satu sisi kita memang akan merasa tidak enak apabila tidak mengonfirmasi permintaan pertemanan dari seseorang. Tetapi, bagaimanapun juga, kita harus mengendalikan pengaturan privasi kita.



Jangan Banyak Posting/Komentar Gambar dari Siswa



Saat ini banyak postingan berita dari siswa yang mengolok-ngolok guru di Facebook. Namun ada juga guru yang membuat komentar menyakitkan tentang siswa mereka di akun media sosial tersebut. Dan ini sangat merugikan para guru itu sendiri. 



Harusnya kita bertindak profesional sebagai guru. Kita tidak perlu membeberkan perilaku siswa kepada orang lain, apalagi lewat media sosial Facebook, yang notabene dapat dibaca publik dengan mudah. Jika kita mengungkap kekesalan kepada siswa secara publik, maka kita akan berurusan dengan sekolah. Tidak hanya itu, orangtua siswa bersangkutan juga akan marah. Dan imbasnya kita bisa diberhentikan.



Jangan Mengeluh Soal Pekerjaan 



Sebagai tenaga profesional yang menjadi panutan para siswa kita seharusnya tidak bertingkah layaknya ABG, yang selalu memposting segala sesuatu di Facebook. Jangan pernah mengeluhkan masalah pekerjaan kita di wall Facebook, apalagi memposting informasi tentang rekan kerja yang kurang kita sukai. Ini memancing situasi yang tidak mengenakan dan memicu permusuhan. Bertindaklah profesional agar Anda tidak kehilangan rasa hormat karena masalah di tempat kerja Anda.(rfa)

Senin, 17 Desember 2012

Inilah Tips untuk Membuat CV Menarik

HMJ PAI STAIPANA - Untuk mendapatkan sebuah pekerjaan kita harus bersaing dengan ratusan maupun ribuan pelamar lainnya. Oleh karena itu, kita harus melakukan beberapa usaha ekstra pada resume Anda untuk menarik perhatian calon perusahaan.

Curriculum Vitae (CV) tidak hanya menjadi daftar pengalaman kerja, kegiatan organisasi yang dilakukan, maupun riwayat pendidikan. CV juga harus menjadi alat pemasaran untuk menjual Anda sebagai pelamar terbaik untuk posisi yang ditawarkan perusahaan tersebut.

Dalam 10 detik pertama saat pihak perekrut melihat resume kita, mereka harus langsung merasa ingin mengenal lebih dekat lewat proses wawancara. Itu lah indikasi jika CV kita menarik. Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu resume Anda menonjol dibandingkan pelamar lainnya, seperti dikutip dari Campus Grotto, Minggu (16/12/2012).

Informasi Terpenting Harus Dimuat Pertama
Jangan takut untuk melepaskan diri dari format CV standar yang sudah mulai ketinggalan zaman. Orang-orang yang meninjau resume Anda ingin membuat keputusan cepat apakah Anda akan lanjut ke tahap wawancara atau sekadar diarsipkan. Maka, sangat penting jika Anda memberi mereka informasi yang mereka butuhkan secepat mungkin di bagian awal.

Tambahkan Foto

Tambahkan foto diri Anda untuk resume agar pihak perusahaan merasa yakin bahwa Anda nyata. Sebuah foto akan membuat titik visual tentang Anda dalam diri perekrut. Bahkan, bukan tidak mungkin jika foto tersebut yang terus mengingatkan perekrut terhadap Anda.

Pemahaman Tentang Perusahaan Tujuan
Pastikan untuk surat lamaran Anda tersebut sesuai dengan posisi yang ditawarkan perusahaan. Perusahaan yang menempatkan penekanan pada pengetahuan pemohon terhadap perusahaan semakin meningkat. Untuk mempelajari perusahaan tujuan, Anda dapat mengaksesnya melalui situs mereka. Bila perlu, jelaskan dalam surat lamaran tersebut apa kontribusi yang akan Anda lakukan ketika bergabung dengan perusahaan tersebut untuk mewujudkan visi dan misi mereka.

Gunakan Bahasa Positif

Surat lamaran dan resume Anda harus berisi bahasa yang positif. Ketika berbicara tentang proyek yang belum selesai, Anda bisa mengatakan "masih dalam penyelesaian" daripada menulis "tidak selesai". Ketika menjelaskan kurangnya pengalaman atau pengetahuan dalam bidang pekerjaan tertentu, Anda bisa menulis "bersedia dan antusias untuk belajar" daripada "tidak ada pengalaman yang relevan". Hal ini tampaknya sepele tapi dari kata-kata dapat memiliki dampak besar terhadap penerimaan resume Anda oleh pihak perusahaan.

Mengkaji dan Revisi
Periksa kembali CV Anda dengan teliti. Jika memungkinkan, mintalah seorang teman untuk melihat lebih resume Anda dan meminta mereka untuk menganalisis secara kritis baik dalam pemilihan kata maupun tanda baca.(mrg)

Source

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Mahasiswa Staipana Bangil | Bloggerized by HMJ Tarbiyah Staipana Bangil - Premium Blogger Themes | Ihealth Theme